Pemkab Bungo Melalui Dinas Kominfo Secara Tegas Bantah Informasi pemungutan Di Setiap OPD Jelang Pesta Anak Bupati

Bungo47 views

‎Globalberita.id – MUARA BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian secara tegas membantah rumor yang beredar mengenai adanya pungutan atau iuran wajib kepada setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjelang acara Lek Ngundo Menantu putra Bupati Bungo.

‎​Pihak pemerintah memastikan bahwa informasi yang menyebutkan adanya permintaan dana berkisar antara Rp 6 juta hingga Rp 10 juta per OPD adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar hukum maupun instruksi resmi.

​Klarifikasi Terkait Isu Iuran
‎​Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Bungo, Taufik Hidayat, menyatakan bahwa perhelatan yang akan dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 tersebut merupakan acara keluarga yang dijalankan sesuai adat istiadat setempat. Ia menegaskan tidak ada paksaan apalagi pemotongan kas bidang di OPD manapun.

‎​”Kami sampaikan dengan tegas bahwa isu mengenai instruksi iuran jutaan rupiah itu adalah hoaks. Tidak ada perintah, baik lisan maupun tulisan, yang meminta OPD menyetorkan uang untuk acara tersebut. Jika ada oknum yang mengatasnamakan pihak tertentu, itu di luar tanggung jawab kami dan dipastikan ilegal,” ujar Taufik.

‎​Terkait keberadaan stand makanan, Taufik menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bentuk partisipasi sukarela dan antusiasme masyarakat serta kerabat sebagai bagian dari kearifan lokal Jambi dalam memeriahkan pesta rakyat, bukan sebuah kewajiban administratif apalagi menggunakan anggaran daerah.


‎​Menanggapi pemberitaan sebelumnya yang menyebutkan Kadis Kominfo tidak memberikan tanggapan saat dikonfirmasi, Taufik memberikan klarifikasi mengenai kondisi yang sebenarnya. Ia menyayangkan waktu pengiriman pesan konfirmasi yang dilakukan oleh awak media tersebut.

‎​”Bukannya kami enggan memberikan tanggapan atau bungkam. Namun, perlu diketahui bahwa pesan WhatsApp dari rekan media masuk pada pukul 23.00 WIB dan pukul 01.00 dini hari, dan pada jam tersebut saya sudah istirahat,” Ungkapnya.

‎​”Kami sangat menghargai kerja jurnalistik, namun kami berharap rekan-rekan media juga mengedepankan etika dalam berkomunikasi dan memberikan waktu yang wajar bagi narasumber untuk merespon. Mengirim chat di tengah malam buta dan langsung menyimpulkan ‘tidak ada tanggapan’ dalam berita yang terbit di pagi hari tentu kurang berimbang,” tambah Taufik.

‎​Pemerintah Kabupaten Bungo menghimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bungo dan masyarakat luas agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya.

‎​”Mari kita jaga suasana kondusif jelang acara adat ini. Fokus kita adalah melestarikan adat Melayu Jambi melalui prosesi Ngundo Menantu ini, bukan malah menebar fitnah yang merugikan nama baik instansi,” tutupnya.

BACA JUGA :  Ikut Ajang Puteri Kebaya Indonesia 2026, Itrohtul Aqilla Minta Doa dan Dukungan Masyarakat Jambi

Media Patner :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *