Globalberita.id – Bungo – Belum genap satu tahun pasca perbaikan, kondisi Jalan Lintas Sumatera di depan Pabrik Start Rubber, Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, kembali rusak parah. Aspal terkelupas, permukaan jalan bergelombang, dan lubang menganga kini menjadi pemandangan sehari-hari di jalur nasional yang seharusnya menjadi tulang punggung konektivitas antarprovinsi.
Kondisi ini menimbulkan kecurigaan serius terhadap kualitas proyek infrastruktur bernilai lebih dari Rp10 miliar tersebut.
Kerusakan dini pada proyek dengan usia teknis yang seharusnya bertahan bertahun-tahun mengindikasikan dugaan kegagalan mutu konstruksi, lemahnya pengawasan, bahkan potensi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan, pada sejumlah titik lapisan aspal tampak menipis, pondasi jalan diduga tidak dikerjakan secara maksimal, dan tidak ditemukan sistem drainase memadai yang mampu menahan tekanan air dan beban kendaraan berat. Kondisi ini jelas bertentangan dengan standar teknis jalan nasional.
Warga sekitar menyebut perbaikan jalan tersebut hanya berumur hitungan bulan sebelum kembali rusak.
“Kalau proyek mahal tapi cepat hancur, patut dipertanyakan ke mana uang negara itu,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Lebih ironis, jalan ini merupakan jalur vital bagi angkutan logistik, industri, dan distribusi hasil perkebunan, termasuk aktivitas keluar-masuk kendaraan bertonase besar. Namun hingga kini, tidak ada kejelasan pertanggungjawaban dari pihak pelaksana proyek maupun instansi pengawas.
Minimnya transparansi memicu desakan publik agar aparat penegak hukum, BPK, dan inspektorat turun tangan melakukan audit investigatif. Masyarakat menduga proyek ini dikerjakan tidak sesuai spesifikasi kontrak, baik dari segi ketebalan aspal, kualitas material, maupun metode pengerjaan.
Jika dugaan ini terbukti, maka proyek tersebut tidak hanya gagal secara teknis, tetapi juga berpotensi masuk kategori pemborosan uang negara dan pengkhianatan terhadap kepentingan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi berwenang terkait penyebab cepatnya kerusakan jalan tersebut. Publik mendesak agar dilakukan audit teknis dan investigasi menyeluruh, guna memastikan apakah proyek tersebut telah dikerjakan sesuai spesifikasi dan standar mutu yang ditetapkan.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi tata kelola pembangunan infrastruktur. Jalan yang seharusnya menjadi simbol kemajuan justru berubah menjadi monumen kegagalan proyek, sementara masyarakat dipaksa menanggung risiko kecelakaan dan kerugian ekonomi setiap hari.
Media Patner :









































