Raih Prestasi Pengendalian Inflasi, Tebo Dapat Insentif Rp3 Miliar untuk Infrastruktur dan Pasar Murah

Kab Tebo33 Dilihat

Tebo, Globalberita,id ~ Prestasi Kabupaten Tebo dalam pengendalian inflasi tidak berhenti pada sebuah penghargaan. Di bawah kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, SE, MM, bersama Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, SE, M.Si., bonus insentif yang diterima pemerintah daerah justru diarahkan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dari bonus insentif pengendalian inflasi sekitar Rp3 miliar, Pemerintah Kabupaten Tebo mengambil kebijakan mengalokasikan sekitar Rp2,7 miliar untuk peningkatan Jalan Benteng Kurung, Kecamatan VII Koto Ilir. Sementara sekitar Rp300 juta digunakan untuk mendukung kegiatan pengendalian inflasi, di antaranya pelaksanaan pasar murah.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian karena di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah daerah memilih mengarahkan sebagian besar bonus yang diterima kepada kebutuhan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Artinya, bonus atas keberhasilan pengendalian inflasi tidak hanya berhenti menjadi tambahan dalam pengelolaan keuangan pemerintah atau terserap untuk kebutuhan operasional dan rutinitas pemerintahan seperti perjalanan dinas maupun belanja rutin lainnya. Pemerintah Kabupaten Tebo berupaya mengubah capaian tersebut menjadi infrastruktur yang bisa digunakan dan dirasakan masyarakat setiap hari.

Bagi masyarakat Tebo, kebijakan tersebut memiliki arti yang lebih konkret. Anggaran yang berasal dari keberhasilan pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi kini diarahkan untuk memperbaiki akses jalan yang menjadi bagian penting dari aktivitas warga.

Jalan yang lebih layak dibutuhkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari mobilitas sehari-hari, mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, menuju sekolah, fasilitas kesehatan, hingga memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Pilihan untuk mengalokasikan sekitar Rp2,7 miliar dari bonus tersebut ke sektor jalan juga menunjukkan bagaimana pemerintah daerah berupaya menentukan skala prioritas di tengah ruang fiskal yang terbatas.

Ketika anggaran harus digunakan secara selektif, kebutuhan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melihat kondisi infrastruktur, tingkat kebutuhan serta kemampuan keuangan daerah.

Sebelumnya, Bupati Tebo Agus Rubiyanto menerima penghargaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 yang digelar pada Jumat, 25 April 2026, di Hotel Wyndham Palembang, Sumatera Selatan.

Dalam ajang tersebut, Kabupaten Tebo berhasil meraih Juara 1 kategori kabupaten dalam pengendalian inflasi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Jenderal Polisi (Purn) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D.

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja Pemerintah Kabupaten Tebo dalam menjaga stabilitas harga dan melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi di daerah.

Namun bagi pemerintah daerah, pencapaian tersebut tidak cukup hanya dibuktikan dengan sebuah penghargaan.

Kebijakan berikutnya adalah bagaimana insentif yang diperoleh dapat dikembalikan dalam bentuk program yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, sebagian besar bonus insentif tersebut diarahkan untuk peningkatan infrastruktur jalan di Benteng Kurung.

Bupati: Keterbatasan Anggaran Bukan Alasan Berhenti Membangun

Bupati Tebo Agus Rubiyanto menegaskan bahwa keterbatasan anggaran dan efisiensi tidak boleh membuat pemerintah daerah berhenti berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pembangunan tetap dilakukan dengan menentukan prioritas dan memanfaatkan setiap peluang anggaran yang tersedia secara optimal.

Dalam konteks tersebut, bonus insentif pengendalian inflasi menjadi salah satu sumber pembiayaan yang dapat diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pembangunan infrastruktur dasar.

Kebijakan ini juga memperlihatkan bahwa pemerintah daerah tidak hanya mengejar capaian administratif, tetapi berupaya memastikan setiap keberhasilan yang diperoleh pemerintah memiliki dampak lanjutan bagi masyarakat.

Perbaikan Jalan Benteng Kurung bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik jalan. Infrastruktur yang lebih baik dapat mendukung mobilitas masyarakat dan memperlancar kegiatan ekonomi.

Bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian dan perkebunan, jalan menjadi bagian penting dalam membawa hasil produksi dari wilayah mereka menuju pasar maupun pusat-pusat perdagangan.

Akses jalan juga berkaitan dengan kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan serta menjalankan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Karena itu, pembangunan jalan menjadi salah satu bentuk investasi pemerintah daerah yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pemerintah Kabupaten Tebo berharap pembangunan dan perbaikan infrastruktur dapat terus dilakukan secara bertahap di berbagai kecamatan, sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah.

Kebijakan mengarahkan bonus pengendalian inflasi untuk pembangunan Jalan Benteng Kurung menjadi salah satu contoh bahwa prestasi pemerintah daerah dapat diikuti dengan kebijakan yang manfaatnya kembali kepada masyarakat.

Dari sebuah penghargaan, lahir sebuah kebijakan. Dari sebuah bonus, dibangun sebuah akses. Dan dari jalan yang lebih baik, diharapkan aktivitas serta perekonomian masyarakat Tebo dapat terus bergerak.(Dy)