‎Bupati Lantik 28 Rio Terpilih Hasil Pemilihan 2026,Tegaskan Jalankan Amanah dan Tanggung Jawab ‎

Bungo26 Dilihat

Globalberita.id – Bungo – Setelah melewati proses Pemilihan Rio Serentak Kabupaten Bungo Tahun 2026, para Rio terpilih resmi menerima amanah baru sebagai pemimpin pemerintahan sekaligus pemangku adat di tengah masyarakat.

‎Bupati Bungo melantik dan mengukuhkan gelar adat bagi Datuk Rio terpilih dalam Pemilihan Rio Serentak Kabupaten Bungo Tahun 2026. Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Bungo, Kamis (17/9/2026).

‎Dalam momentum tersebut, Bupati Bungo mengingatkan para Datuk Rio bahwa jabatan yang kini mereka emban bukan sekadar posisi administratif. Di balik jabatan tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk mengelola pemerintahan, keuangan desa, sekaligus menjaga persatuan masyarakat di masing-masing dusun.

‎Bupati secara khusus menekankan agar pengelolaan keuangan desa dilakukan secara tertib dan bertanggung jawab serta mengikuti seluruh prosedur dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

‎Menurutnya, pengelolaan anggaran desa harus menjadi perhatian serius karena menyangkut kepentingan masyarakat dan pembangunan di tingkat dusun.
‎“Kelola keuangan desa dengan baik dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” pesan Bupati dalam arahannya.

‎Ia mengingatkan, kepercayaan masyarakat yang diberikan melalui Pemilihan Rio harus dibalas dengan kinerja dan tanggung jawab. Setiap kebijakan pemerintahan harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu.

‎Namun, tugas Datuk Rio tidak berhenti pada urusan pemerintahan. Setelah dikukuhkan dengan gelar adat, mereka juga memiliki tanggung jawab moral sebagai pemangku adat dan tokoh yang berada di tengah masyarakat.

‎Karena itu, Bupati meminta seluruh Datuk Rio mampu menjadi perekat dan pemersatu warga, terutama setelah proses Pemilihan Rio Serentak yang sebelumnya tidak terlepas dari perbedaan pilihan.

‎“Selain sebagai pemerintah desa, Datuk Rio juga harus bisa menjadi pemangku adat dan pemersatu masyarakat di dusun masing-masing,” tegasnya.

‎Bupati menilai, perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi di tingkat dusun merupakan hal yang wajar. Namun, setelah seluruh tahapan pemilihan selesai, tidak boleh ada lagi sekat antara pendukung calon yang menang maupun yang kalah.

‎Semua pihak, kata dia, harus kembali bersatu karena pembangunan dusun membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.

‎“Jangan sampai masih ada perpecahan setelah pemilihan Rio. Mari kita kembali bersatu agar pemerintahan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
‎Pesan tersebut menjadi penting karena keberhasilan pemerintahan dusun tidak hanya ditentukan oleh kemampuan seorang Datuk Rio, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dapat bergerak bersama.

‎Dengan pelantikan dan pengukuhan tersebut, para Datuk Rio terpilih kini memikul dua amanah sekaligus: menjalankan pemerintahan secara profesional serta menjaga nilai-nilai adat dan keharmonisan masyarakat.

‎Bupati Bungo berharap seluruh Datuk Rio mampu menjalankan amanah tersebut dengan penuh integritas, terbuka dalam mengelola pemerintahan dan keuangan desa, serta mampu merangkul seluruh masyarakat tanpa melihat perbedaan pilihan dalam Pemilihan Rio Serentak 2026.

‎Pemerintahan yang kuat, menurutnya, harus dibangun dari dusun yang masyarakatnya rukun. Karena itu, rekonsiliasi pascapemilihan menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan tanpa sekat