Dugaan “Over Data” Dapodik TK/PAUD di Rimbo Bujang Mencuat, Disdik Tebo Janji Panggil Pihak Terkait

Kab Tebo80 Dilihat

Tebo, Globalberita,id ~ Pengelolaan data Dapodik dan dana BOP sejumlah TK/PAUD di Kecamatan Rimbo Bujang menjadi sorotan. Seorang perempuan bernama Siska disebut menjadi operator di beberapa sekolah TK/Paud di Rimbo Bujang.

Salah satu sumber informasi yang di rahasiakan mengaku, bahwa sekolah TK/Paudnya berada di Kelurahan Wirotho Agung, dulunya Mbak Siska merupakan operator di sekolah TK nya setelah di rekomendasikan oleh ketua Himpaudia Rimbo Bujang , Bu Nanik dan pernah terjadi masalah dapodik di sekolahnya, dimana dana BOP yang cair tidak sesuai dengan daftar jumlah siswa yang ada, dan terakhir diketahui bahwa siswa di sekolahnya telah dipindahkan oleh sang operator ke sekolah lainnya.

“Iya, dulu bermasalah dengan Bu Siska nya, siswa saya ada 32 orang yang cair hanya 8 orang, dan terakhir di ketahui 3 orang siswa saya telah pindah dapodik ke sekolah Kelompok Belajar yang lainnya”, Ucap narasumber yang ingin namanya di rahasiakan.

Tak hanya soal Dapodik, sumber juga menyoroti dugaan potongan dana BOP saat pencairan secara berkelompok di Bank Jambi Rimbo bujang, termasuk pembayaran uang belanja buku, persentase tertentu, pajak, makan-minum dan SPJ ke Bu Siska dan Bu Nanik yang sampai saat ini tidak diketahui penggunaannya.

“Waktu kami mencairkan BOP di bank Jambi, ada Bu Siska dan Bu Nanik, lalu kami setorkan beberapa uang sesuai tagihan yang mereka minta, kalau jumlah siswa nya banyak, ya banyak setorannya, tergantung besaran dana BOP yang diterima tiap-tiap sekolah”, tutupnya.

Sumber sekolah lain juga menyebutkan kepada redaksi, bahwa benar Bu Siska merupakan Operator di TK/Paud sekolahnya.

“Iya pak, Bu Siska memang operator di sekolah kami”, tutupnya

Sumber juga menyebutkan, bahwa Bu Siska lah yang keseluruhan membuat SPJ BOP beberapa Sekolah, tanpa melibatkan Kepala Sekolah langsung dan laporan semua selesai dibuat dan di input Bu Siska.

Tim mencoba mengkomfirmasi Bu Siska via WhatsApp, dan ternyata membenarkan dirinya menjadi operator di lebih dari dua sekolah.

“Lebih dari 2 pak, Data yang diinput berdasarkan data yang diberikan guru PAUD. Operator hanya menginput data. Kalau ada kesalahan input, telah diperbaiki dan diinformasikan ke operator sekolah,” jelas Siska melalui WhatsApp.

Sementara Ketua IGTK Rimbo Bujang, Bu Endang, belum dapat memberikan keterangan mendetail, karena sedang mengikuti acara ketika di komfirmasi via WhatsApp pribadinya.

“Maaf pak, kami lagi ada acara di dinas pendidikan Tebo”,tutupnya.

Sementara Kabid Pembinaan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tebo pak Yunisril menyatakan pihaknya akan memanggil nama-nama yang disebut.

“Terima kasih informasinya. Akan kami panggil nama-nama tersebut. Apabila ada indikasi pelanggaran, silakan dilaporkan kepada aparat penegak hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Seorang Ketua Himapudia Rimbo Bujang Bu Karsini atau akrab di sapa Bu Kenik yang notabene nya ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Tebo saat di konfirmasi malah menganggap sepele terkait hal di atas.

” Dengan emoji tertawa, hanya Orang sirik dan dengki, Ngak tau, hanya Alloh yg tau” balasnya via chat WhatsApp.

Tim 8 Tebo mendesak Kejaksaan negeri Tebo segera memeriksa tentang Dana Miliyaran Hibah Kabupaten Tebo kepada seluruh TK dan PAUD di kabupaten Tebo, kuat indikasi Pungli dan penyalahgunaan wewenang pada jabatan di lingkungan TK dan Paud.(Redd)