Tebo, Globalberita,id ~ Peringatan Milad ke-60 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tebo tidak sekadar menjadi momentum seremonial, tetapi diarahkan menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan mengenai masa depan kepemimpinan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Tebo dan Indonesia.
Dalam rangkaian agenda Milad KAHMI ke-60 tersebut, KAHMI Kabupaten Tebo dijadwalkan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T., serta Ketua Ombudsman Republik Indonesia pada tanggal 20 September 2026.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional tersebut diharapkan memberikan bobot strategis terhadap peringatan Milad sekaligus membuka ruang dialog mengenai kepemimpinan, demokrasi, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan kontribusi kader HMI dalam pembangunan bangsa.
Momentum ini juga menjadi kesempatan bagi para alumni untuk menunjukkan kepada kader-kader HMI yang masih aktif, khususnya para junior yang saat ini tengah menempuh proses kaderisasi dan pengabdian, bahwa perjalanan panjang HMI telah melahirkan banyak insan akademis, pencipta, pengabdi, dan cendekiawan yang kemudian mengambil peran di berbagai sektor kehidupan berbangsa dan bernegara.
KAHMI ingin menegaskan bahwa proses kaderisasi HMI tidak berhenti pada ruang-ruang diskusi kampus. Nilai intelektualitas, keislaman, keindonesiaan, independensi, serta semangat pengabdian yang ditanamkan dalam tubuh HMI telah melahirkan sumber daya manusia yang mengisi berbagai lini strategis, baik di pemerintahan, parlemen, dunia pendidikan, birokrasi, dunia usaha maupun sektor sosial kemasyarakatan.
Karena itu, Milad KAHMI ke-60 di Kabupaten Tebo diharapkan menjadi panggung untuk memperlihatkan kesinambungan estafet perjuangan antara alumni dan kader aktif HMI. Para senior tidak hanya hadir untuk bernostalgia, tetapi juga memberikan teladan bahwa kaderisasi harus bermuara pada kontribusi nyata terhadap masyarakat dan bangsa.
Di tengah dinamika politik dan pembangunan daerah, KAHMI Kabupaten Tebo juga memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kekuatan masyarakat sipil yang dapat memberikan gagasan, kritik konstruktif, sekaligus menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan daerah.
Kehadiran tokoh nasional dalam agenda Milad tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa Tebo tidak boleh berjalan sendiri dalam arus perubahan nasional. Daerah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan membaca perubahan zaman.
Bagi kader HMI aktif, momentum ini dapat menjadi cermin bahwa perjalanan organisasi bukan hanya tentang bagaimana menjadi kader hari ini, tetapi bagaimana mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan cendekiawan yang mampu memberikan manfaat dalam skala yang lebih luas.
Enam dekade KAHMI menjadi bukti bahwa HMI telah berkontribusi melahirkan manusia-manusia terdidik yang mengambil peran dalam perjalanan bangsa. Tantangan berikutnya adalah memastikan regenerasi tersebut terus berlanjut, termasuk dari Kabupaten Tebo, sehingga kader-kader HMI hari ini mampu menjadi bagian dari solusi dan kepemimpinan masa depan Indonesia.(Doni)
